Showing posts with label linux. Show all posts
Showing posts with label linux. Show all posts

Monday, 25 May 2015

Memindahkan Moodle dari Localhost ke Hosting

Mungkin sebagian orang ada yang lebih memilih melakukan konfigurasi Moodle di localhost (di komputer pribadi) dengan beberapa alasan tertentu. Setelah Moodle di localhost siap, langkah selanjutnya adalah mempublikasikannya di hosting.

Nah, tulisan ini menjelaskan langkah-langkah untuk memindahkan Moodle yang telah diinstal di localhost ke hosting. Pada tulisan ini, Moodle diinstal menggunakan xampp pada localhost dan hosting menggunakan cpanel.

Berikut ini langkah-langkahnya:
  1. Buka folder pada localhost dimana Moodle diinstal. misal: xampp/htdocs/moodle
  2. Lakukan kompresi seluruh isi dari folder Moodle ke dalam bentuk .tar. Sebenarnya bisa saja menggunakan .zip, namun pada beberapa kondisi tertentu, file format .zip yang cukup besar, ada kemungkinan sebagian gagal diekstrak (inflating). Anda dapat menggunakan 7zip untuk membuat .tar.
  3. Buka lakukan kompresi folder xampp/moodledata.
  4. Buka login cpanel anda kemudian masuklah menggunakan akun yang anda miliki.
  5. Buatlah sebuah database baru.
  6. Ubah nama (rename) database Moodle yang telah diinstal pada localhost. Sesuaikan dengan nama database yang telah anda buat di hosting.
  7. Backup database Moodle anda di localhost. Anda dapat menggunakan fasilitas export yang terdapat di phpmyadmin.
  8. Buka database anda di hosting. Import-lah hasil export database anda di localhost ke database di hosting.
  9. Upload file .tar Moodle anda ke dalam folder public anda di hosting. Umumnya, jika anda menggunakan nama domain anda, biasanya folder public terletak di /public_html. Namun jika anda menggunakan subdomain, biasanya folder public terletak di /public_html/namasubdomain. Ekstraklah seluruh isi file ke folder tersebut
  10. Upload file kompresi moodledata anda di luar /public_html.
  11. Ekstraklah file moodledata anda ke dalam folder moodledata di hosting anda.
  12. Ubah permission folder moodledata menjadi 777.
  13. Ubah permission seluruh folder Moodle (rekursif) anda yang terdapat di hosting menjadi 755 dan seluruh file-nya (rekursif) menjadi 644. Anda dapat menggunakan pengaturan permission secara rekursif menggunakan software FTP.
  14. Ubah file config.php anda yang terdapat pada folder public Moodle anda. Sesuaikan dengan pengaturan yang baru. Berikut ini beberapa pengaturan yang harus diubah:
    • $CFG->dbname    = 'namaDatabase';
    • $CFG->dbuser    = 'namaUser';
    • $CFG->dbpass    = 'passwordDatabase';
    • $CFG->wwwroot   = 'URL domain/subdomain Moodle';
    • $CFG->dataroot  = 'pathMoodledata';
  15. Apabila seluruh langkah-langkah di atas sukses, silahkan akses Moodle anda melalui browser.
Selamat mencoba...!!!

Saturday, 21 September 2013

Menambahkan Codec Pada Asterisk

Alhamdulillah... bisa nulis kembali.

Lagi ngoprek-ngoprek elastix, alhamdulillah dapat tutorial menambahkan codec G.723 ke asterisk. Langsung buru-buru ngeblog supaya ga lupa nantinya.

Berikut langkah-langkah untuk menambahkan codec di asterisk:

cd /usr/src
service asterisk restart
wget http://asterisk.hosting.lv/bin/codec_g723-ast14-icc-glibc-pentium4.so
mv codec_g723-ast14-icc-glibc-pentium4.so /usr/lib/asterisk/modules
chmod +x /usr/lib/asterisk/modules/codec_g723-ast14-icc-glibc-pentium4.so
wget http://asterisk.hosting.lv/bin/codec_g729-ast14-icc-glibc-pentium4.so
mv codec_g729-ast14-icc-glibc-pentium4.so /usr/lib/asterisk/modules
chmod +x /usr/lib/asterisk/modules/codec_g729-ast14-icc-glibc-pentium4.so
asterisk -rx "module load codec_g729-ast14-icc-glibc-pentium4.so"
asterisk -rx "module load codec_g723-ast14-icc-glibc-pentium4.so"
service asterisk restart
sleep 2
asterisk -rx "core show codecs"

Silakan dicoba. semoga bermanfaat.

Sumber: forum.elastix.org

Tuesday, 15 January 2013

Beep di Python (Linux)

Alhamdulillah ngoprek lagi. Supaya ingat, harus ditulis di blog.

Kali ini tentang menghasilkan beep menggunakan python di linux. Kode program berikut ini silakan dicoba:

======================================================================

def beep(freq, amp, dur):
    sample = 8000
    half_period = int(sample/freq/2)
    beep = chr(amp)*half_period+chr(0)*half_period
    beep *= int(dur*freq)
    audio = file('/dev/audio', 'wb')
    audio.write(beep)
    audio.close()

beep(440, 63, 1)

======================================================================

Selamat mencoba!

Sumber: bytes.com

Sunday, 13 January 2013

Digraph dengan Python

"Alhamdulillah luar biasa menyenangkan....". Itu ungkapan yang ada dalam diri saya ketika belajar pemrograman python. Kali ini penerapannya pada teori Digraph.

Anda yang pernah mengambil jurusan IPA ketika di SMA, saya rasa pernah mendapatkan teori Digraph (Directed Graph) pada mata pelajaran matematika. Berbeda dengan masa lalu yang mencoba teori digraph dari sudut pandang matematika. Kali ini saya sedang belajar digraph yang bersumber dari kuliah online MITx menggunakan pemrograman python, ternyata sangat asyik :).

Daripada bicara ngalor-ngidul, langsung saja deh. Digraph pada pembahasan ini diterapkan pada sebuah puzzle angka.

Saturday, 24 November 2012

Plotting dengan Pylab (Python)

Alhamdulillah bisa coret-coret lagi.

Menu oprekan hari ini adalah membuat grafik di Python dengan menggunakan Pylab. Lagi-lagi masih menggunakan Ubuntu 10.04. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan instalasi Pylab. Jalankan perintah di bawah ini untuk melakukan instalasi Pylab:

apt-get install python-mathplotlib

Perintah di atas dimaksudkan untuk melakukan instalasi library Pylab yang nantinya akan kita sertakan pada kode program python kita. Selanjutnya berikut contoh program sederhana membuat grafik menggunakan python pada IDLE 2.6.5:

Sunday, 20 November 2011

UTF-8 dan XMLRPC pada Instalasi Moodle 2.1.1

Kali ini saya ingin berbagi tentang pengaturan setting Unicode UTF-8 dan cara menginstal xmlrpc pada saat instalasi Moodle 2.1.1 di Ubuntu 10.04 menggunakan XAMPP 1.7.7.

Pada saat instalasi, saya mendapatkan beberapa warning seperti terlihat pada gambar di bawah:


Pada gambar di atas terdapat dua buah warning, yaitu Unicode UTF-8 dan Extension XMLRPC. Kita akan selesaikan satu-persatu sebagai berikut:

Untuk mengatasi warning Unicode UTF-8, silakan kunjungi http://localhost/phpmyadmin. Pilih database moodle anda yang telah anda buat pada phpmyadmin, kemudian pilih menu SQL. Selanjutnya, pada kolom SQL ketikkan perintah sebagai berikut:

ALTER DATABASE nama_database_anda DEFAULT CHARACTER SET utf8 COLLATE utf8_unicode_ci;


Selanjutnya, untuk mengatasi warning xmlrpc ikuti langkah berikut:
  1. Install paket php5-xmlrpc dengan mengetikkan perintah apt-get install php5-xmlrpc pada terminal anda
  2. Copy xmlrpc.so dari direktori /usr/lib/php5/20090626+lfs/ ke xampp pada direktori /opt/lampp/lib/php/extensions/no-debug-zts-20090626/
  3. Buka file /opt/lampp/etx/php.ini dan tambahkan kode extension=xmlrpc.so pada section extension.
  4. Restart Apache LAMPP anda.
Setelah semua proses di atas berhasil anda lalui, silakan kunjungi kembali halaman instalasi anda dan lakukan reload.

Selamat mencoba...

Sebagian tulisan ini dikutip dari gibrain.web.id

Wednesday, 9 November 2011

Mengaktifkan Fitur Edit pada Shutter di Ubuntu 10.04

Ahh.. akhirnya mulai menulis lagi. Kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana mengaktifkan fitur edit pada Shutter.


Sedikit memperkenalkan, Shutter adalah sebuah aplikasi screenshot yang berjalan di linux yang memiliki fitur-fitur yang kalau boleh saya bilang mantab. Apabila anda menggunakan Distro Ubuntu, untuk menginstal aplikasi ini langsung saja dengan apt-get dengan menjalankan perintah


sudo apt-get install shutter


Yang ingin saya sampaikan pada artikel kali ini adalah tentang fasilitas edit pada shutter. Sewaktu pertama kali saya menginstal aplikasi ini pada Distro Ubuntu 10.04, fasilitas edit pada shutter tidak berfungsi. Ternyata masalahnya adalah ada paket tambahan yang perlu diinstal yaitu libgoo-canvas-perl. Tambahkan paket ini dengan menjalankan perintah


sudo apt-get install libgoo-canvas-perl

Setelah proses instalasi selesai, insya Allah fasilitas edit pada shutter dapat berfungsi. Selamat mencoba...

Saturday, 23 April 2011

Hyperterminal di Linux (minicom)

Alhamdulillah, lagi-lagi linux menjadi solusi. Tadi malam orang yang order project datang untuk mengambil alat yang sudah selesai dikerjakan. Alat itu berupa sistem untuk memantau temperatur, cahaya, dan mengontrol katup CO2. Data dari alat tersebut langsung dikirim ke ebox mini PC dengan menggunakan komunikasi serial sebagai protokolnya.

Nah, sayangnya yang beliau bawa bukan ebox-nya, tadi malam orang tersebut membawa laptop untuk melakukan pengujian alat tersebut. Untuk pengujiannya berarti harus menggunakan Hyperterminal. Karena itu, sebelum orang tersebut sampai ke rumah saya, saya minta beliau untuk membeli kabel USB to Serial Converter karena di laptop zaman sekarang kan sudah tidak ada lagi port DB9-nya.

Setelah sampai di rumah saya, mulailah saya melakukan konfigurasi alat tersebut agar datanya dapat dibaca di laptop. Saya menggunakan kabel USB to Serial Converter yang beliau bawa. Yang jadi masalah, driver yang tersedia di CD tidak tersedia untuk sistem operasi yang digunakan pada laptop tersebut (Sssttt... saya ga mau bilang beliau pakai OS apa ;) ). Mulailah dicoba-coba untuk mengatur kompatibilitas driver tersebut agar dapat digunakan di sistem operasi versi terkini pada laptop beliau. Al hasil, Masih tidak bisa juga :(.

Saatnya saya mencoba Linux untuk mengatasi hal tersebut. Saya menggunakan Ubuntu Ultimate Edision 2.4. Untuk Hyperterminal-nya saya menggunakan minicom. Karena belum terdapat minicom pada Ubuntu saya, langsung saja saya jalankan
#apt-get install minicom
Setelah selesai menginstal minicom, lalu saya hubungkan kabel USB to Serial Converter ke laptop saya. Untuk mengecek di port mana USB to Serial terdeteksi, saya jalankan
#ls /dev
Yup, tanpa driver yang menyulitkan seperti di OS yang sebelumnya dicoba, alhamdulillah USB to Serial Converter terdeksi di /ttyUSB0. Selanjutkan saya jalankan
#minicom
Selanjutkan saya lakukan konfigurasi minicom dengan menekan Ctrl-A O dengan pengaturan sebagai berikut
Baud Rate: 9600
Flow Hardware: None
Setelah selesai melakukan konfigurasi, lalu saya jalankan, dan..... Alhamdulillah data dari alat dapat dibaca di minicom dengan baik. Linux benar-benar solutif ;)

 Selamat Mencoba

Wednesday, 26 January 2011

Pemrograman Python

Simpel namun handal, mungkin 2 kata tersebut yang cukup mewakili karakteristik pemrograman menggunakan bahasa python. Syntax-nya simpel dan mudah difahami namun jangan meremehkan kehandalan pemrograman python. Berikut ini beberapa perintah pada pemrograman python menggunakan linux:

Perintah untuk Mengeksekusi File Python

Setelah anda membuat file python. Jalankan program tersebut dengan perintah
$python namafile.py

Modus Interaktif Python

Untuk menjalan python pada modus interaktif, jalankan perintah
$python

Untuk keluar dari modus interaktif, jalan perintah
>>>exit()
atau dengan menekan Ctrl + D

Mencetak String
Mencetak string menggunakan double quote
$print "Assalaamu'alaikum, apa kabar?"

Mencetak string menggunakan single quote
$print 'Selamat Datang'

Mencetak string dengan triple quote
$print '''Bagaimana kabar anda hari ini?'''

Membuat baris baru pada tampilan
$print "Bagaimana kabar anda hari ini?\nAlhamdulillah baik"

Membuat baris baru pada kode program. Hal ini dapat digunakan apabila penulisan pada kode program anda terlalu panjang pada suatu baris atau berguna untuk merapikan baris program. Baris baru tersebut hanya berpengaruh pada source program, tidak pada hasil
$print "Bagaimana kabar anda hari ini?\nAlhamdulillah baik, bag\
aimana dengan anda?"

Looping
Looping atau perulangan merupakan salah satu bagian penting pada pemrograman. Pada pemrograman Python, struktur perulangan adalah sebagai berikut:

while condition:
    statement

Yang penting untuk diperhatikan pada struktur looping di atas adalah indentasi pada statement. Ingat bahwa Python memiliki sifat indentation sensitive. Apabila anda menuliskan statement tanpa menggunakan indentation maka statement tersebut tidak dianggap berada di dalam blok looping tersebut.

Berikut ini adalah contoh perulangan pada Python:

x = 1
while x <= 20:
       print x
       x = x + 1



Kode program di atas berfungsi untuk menampilkan bilangan 1 - 20

Sementara sampai sini dulu ya, nantikan kelanjutannya...

Monday, 24 January 2011

Pemrograman Basic Stamp 2 di Linux

Saya melakukan eksperimen pemrograman Mikrokontroler Basic Stamp 2 dengan menggunakan Linux Fedora Core 6. Silakan anda simak di sini

Tutorial KSimus di OpenSUSE 10.3

KSimus adalah sebuah software simulator elektronika digital dan pemrograman yang dapat dioperasikan di Linux. KSimus memberikan kemudahan bagi para praktisi elektronika digital dan pemrograman untuk mensimulasikan rancangan rangkaiannya untuk memastikan rancangan tersebut berjalan dengan benar. Berikut langkah-langkah menggunakan KSimus dengan menggunakan distro openSUSE 10, Download di sini

AVR di Linux

Selain menggunakan Windows Operating System, ternyata pemrograman mikrokontroler AVR juga dapat dilakukan pada Linux Operating System. Pada Linux juga sudah tersedia software yang dapat digunakan untuk melakukan pemrograman, salah satunya adalah software kontrollerlab. Untuk memahami lebih lanjut, silakan download artikel lengkapnya di sini

Sunday, 23 January 2011

Codevision di Linux

Bermain mikrokontroler tidak hanya dapat dilakukan di windows namun kita juga dapat melakukannya di linux. Mulai dari menggunakan console hingga software khusus yang telah tersedia di linux seperti kontrollerlab, ktechlab, dan lain sebagainya. Selain itu, ternyata bermain mikrokontoler di linux juga dapat kita lakukan dengan menggunakan software yang default-nya hanya dapat dijalankan di windows, salah satunya adalah Codevision AVR.

Menjalankan Codevision AVR pada platform linux ternyata bukan hal yang tidak mungkin. Dengan menggunakan bantuan Wine kita dapat menjalankan Codevision AVR sebagaimana kita menggunakannya pada platform default-nya. Berikut ini adalah tampilan Codevision AVR 2.03.4 yang dijalankan pada Distro Ubuntu (Ultimate Edision 2.4)

Codevision AVR 2.03.4

Meskipun tampilannya sedikit berubah, namun hal tersebut tidak mengurangi kemampuan yang sebenarnya untuk melakukan pemrograman mikrokontroler. Agar dapat menjalankan aplikasi ini di linux, terlebih dahulu pastikan pada komputer anda telah terinstal Wine atau jalankan perintah berikut untuk menginstalnya (Ubuntu UE 2.4)

#apt-get install wine

Setelah Wine tersedia pada Linux anda, masuklah ke menu konfigurasi Wine kemudian pilih fasilitas untuk menambahkan aplikasi untuk memasukkan file Codevision (.exe) anda ke dalam daftar aplikasi di Wine. Jangan lupa untuk memilih Windows 98 pada pilihan windows version. Lalu jalankan file Codevision (.exe) anda dengan Wine, kemudian ikuti langkah-langkah instalasinya hingga selesai.

Setelah Codevision terinstal pada Wine, yang perlu kita lakukan adalah membuat symbolic link agar device mikrokontroler kita dapat diakses oleh Codevision. Pada tulisan ini saya menggunakan port USB untuk mengakses device mikrokontroler yang saya miliki. Untuk membuat symbolic link-nya adalah sebagai berikut

#ln -s /dev/ttyUSB2 /dev/ttyS4
#ln -s /dev/ttyS4 /home/user/.wine/dosdevice/com5

Jalankan perintah di atas selanjutnya anda dapat bermain dengan mikrokontroler anda. Jangan lupa untuk menyesuaikan port dan user sesuai dengan hardware dan username anda. Pada perintah di atas, mikrokontroler saya terdeteksi sebagai /dev/ttyUSB2 kemudian pada Codevision saya pilih COM5 untuk mengaksesnya.

Selamat mencoba... :)