Tuesday, 3 December 2024

Moodle Custom SQL Report

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Masih seputar Moodle bahasan kita kali ini nih. Cuma mau sharing aja mumpung lagi ingat 😊

Fitur report di Moodle makin lama kian bertambah. Udah ada custom report builder juga. Jadi lebih enak kalau kita mau menampilkan report yang dibutuhkan.

Nah, bagi yang masih belum tercover kebutuhan reportnya dengan custom report builder bawaannya Moodle, kita bisa juga buat custom report berbasis query SQL. Ga perlu terlalu dibutuhkan pemahaman SQL untuk membuatnya karena sudah tersedia templatenya, kecuali bagi yang ingin melakukan custom lebih dalam.

Langsung aja deh. begini nih caranya:
  1. Instal plugin ini dulu Configurable Report
  2. Pelajari dokumentasinya di sini Doc Configurable Report
  3. Yang perlu template list SQL-nya, bisa cek ad-hoc Contributed Reports
Udah gitu aja. ini sekalian buat dokumentasi aja supaya ga hilang 😀

Selamat mencoba !!!

Wednesday, 17 April 2024

Pesan Error Moodle: Required Parameter (ContentId) is Missing

Issue
Muncul pesan error "Required parameter (contentId) is missing" saat upload video di H5P.

Problem solving
👉 Periksa upload_max_filesize, post_max_size, max_execution_time apakah sudah sesuai dengan ukuran file video yang diupload. Coba lakukan penyesuaian kemudian coba lagi.
👉 Periksa schedule task untuk memastikan apakah cron berjalan dengan baik. Pastikan cron berjalan dengan baik kemudian coba lagi.
👉 Periksa server environment untuk memastikan semua komponen yang dibutuhkan agar Moodle berjalan dengan baik sudah terpenuhi semuanya. Pastikan semua komponen sudah memenuhi syarat kemudian coba lagi.


SEMOGA BERMANFAAT🙏😊

Join to Moodle Sharing Forum

Monday, 10 October 2022

Pesan Error Moodle: The backup file contains more than one top-level question categories for context XXXX.

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Maaf baru sharing-sharing lagi🙏😊

Kemarin habis ada kejadian. Ada masalah pada Moodle di klien. Alhamdulillah beberapa waktu lalu saya dan tim baru saja menyelesaikan integrasi Moodle dengan Sistem Informasi Kampus di klien ini. Mereka adalah perguruan tinggi swasta.

Nah, jadi ceritanya kemarin ada dosen yang melakukan backup dan restore. Dosen ini memiliki beberapa kelas dengan mata kuliah yang sama di Moodle. Lalu beliau melakukan backup dan restore dari kelas yang satu ke kelas yang lain. Tapi ada kesalahan saat beliau melakukan proses tersebut. Sepertinya sih beliau pilih opsi delete konten yang sudah ada plus dibawa juga enroled usernya. Akhirnya, jadi deh kelas targetnya jadi kosong konten yang sebelumnya dan mahasiswanya jadi kehapus semua😱. Panik deh beliau.

Kemudian saya coba remote TKP. Saya cek MK targetnya, benarlah cerita yang disampaikan, mahasiswa dan konten sebelumnya kosong. Padahal ada kuis di konten sebelumnya dan sudah ada mahasiswa yang attempt kuis tersebut. Bisa hilang deh tuh jawaban mahasiswa😬.

Alhamdulillah tim IT mereka melakukan backup rutin. Backup terakhir di jam 5 pagi. Lalu saya coba melakukan backup dari server backup mereka kemudian melakukan restore ke server production. Saya coba full backup. Eh ternyata muncul pesan error

The backup file contains more than one top-level question categories for context XXXX.


Kalau lihat pesannya, kejadiannya sepertinya di question bank. Tapi karena penasaran, saya coba tes beberapa kali dengan menghilangkan beberapa item saat backup. Sempat juga saya ubah kategori di question bank-nya. Tapi tetap belum bisa.

Jadi karena MK-nya sama dan file backup yang saya pakai sumbernya dari server backup, maka identitas course-nya pastinya sama semua. Jadi, top kategori di question bank juga sama karena course short name-nya juga sama.

Saya nyoba beberapa solusi dari beberapa diskusi forum. Alhamdulillah ada solusi yang cocok pas saya coba.

Jadi, saya melakukan dua tahap saat backup sebagai berikut:
1. Backup dan restore course tanpa question bank.
2. Backup dan restore masing-masing quiz satu persatu.

Alhamdulillah, cara ini berhasil. Activity, resource, dan enrol usernya beserta attempt-nya sudah kembali seluruhnya. Dan hari ini -saat artikel ini ditulis-, mata kuliah tersebut akan dipakai oleh dosen tersebut.

Semoga sharing ini bermanfaat.

Barakallah😊😊😊

Saturday, 19 June 2021

Cara Mengetahui Versi Moodle Tanpa Harus Login

Assalaamu'alaikum

Kali ini saya hanya ingin menyimpan catatan Saya tentang bagaimana mengetahui versi Moodle tanpa harus login.

Caranya sederhana, cukup akses melalui browser ke URL http://namamoodleanda/lib/upgrade.txt

Selanjutnya akan muncul informasi seputar versi Moodle yang digunakan. Versi Moodle existing tertera pada bagian atas.

Contoh:

=========================================
This files describes API changes in core libraries and APIs,
information provided here is intended especially for developers.

=== 3.8.2 ===
* grade_item::update_final_grade() can now take an optional parameter to set the grade->timemodified. If not present the current time will carry on being used.

=== 3.8.1 ===
* behat_data_generators::the_following_exist() has been removed, please use
  behat_data_generators::the_following_entities_exist() instead. See MDL-67691 for more info.
* format_float() now accepts a special value (-1) as the $decimalpoints parameter which means auto-detecting number of decimal points.
=========================================

Pada contoh informasi di atas, versi Moodle existing adalah 3.8.2.

Cukup mudah kan ya. Selamat mencoba... !!!

Thursday, 30 July 2015

Membuat Dashboard Sederhana di Moodle

Terkadang untuk beberapa keperluan, kita membutuhkan dashboard khusus yang berfungsi sebagai interface dengan Moodle. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas langkah-langkah untuk membuat sebuah dashboard sederhana yang berfungsi untuk menampilkan data user di Moodle.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Mencari informasi tabel

Cari tahu informasi tentang tabel user di Moodle. Anda dapat menggunakan perintah MySQL atau melalu PHPMyAdmin. Carilah tabel user pada database Moodle anda. Jika tidak menggunakan prefix, maka tabelnya bernama user. Jika menggunakan prefix, berarti nama tabelnya didahului dengan nama prefixnya, misalkan: mdl_user. Lihat gambar berikut:

Membuat Dashboard Sederhana di Moodle
Contoh tampilan tabel user

2. Membuat halaman dashboard

Buatlah sebuah file PHP pada web server yang sama dengan web server dimana Moodle diinstal. Kode program di bawah ini adalah contoh untuk membuat sebuah halaman web untuk menampilkan data user.

====================================================
<?php
 
$server = "localhost" ;
$username = "username_database" ;
$password = "password_database" ;
$database = "nama_database";
 
mysql_connect($server,$username,$password) or die ("Koneksi database gagal");
mysql_select_db($database) or die ("Database tidak tersedia");
 
echo '<center><h3>Data User</h3>
<table border=1>
<tr>
<th>No</th>
<th>First Name</th>
<th>Last Name</th>
<th>E-Mail</th>
</tr>
<tr>';
 
$id=0;
$tampil = "SELECT * FROM mdl_user ORDER BY id DESC";
$sql = mysql_query($tampil);
 
while($data = mysql_fetch_array($sql))
 {
 $id++;
 
echo "
 <td>".$id."</td>
 <td>".$data[firstname]."</td>
 <td>".$data[lastname]."</td>
 <td>".$data[email]."</td>
 </tr>";
 }
echo '</table></center>';
 
?>
====================================================

Ubah beberapa kode program di atas mengikuti file konfigurasi yang terdapat pada Moodle. Kode yang perlu diubah adalah:

$server = "localhost" ;
$username = "username_database" ;
$password = "password_database" ;
$database = "nama_database";

Apabila semua langkah di atas sudah dilakukan, akseslah file PHP yang telah anda buat. Sebuah dashboard sederhana untuk menampilkan data user moodle sudah siap...

Selamat mencoba...!!!

Monday, 29 June 2015

Tidak Bisa Upload File ke Course Summary

Lagi ngoprek, buru-buru nulis. Khawatir lupa.

Site administration > Appearance > Course

Nanti dilanjutkan.

Monday, 25 May 2015

Memindahkan Moodle dari Localhost ke Hosting

Mungkin sebagian orang ada yang lebih memilih melakukan konfigurasi Moodle di localhost (di komputer pribadi) dengan beberapa alasan tertentu. Setelah Moodle di localhost siap, langkah selanjutnya adalah mempublikasikannya di hosting.

Nah, tulisan ini menjelaskan langkah-langkah untuk memindahkan Moodle yang telah diinstal di localhost ke hosting. Pada tulisan ini, Moodle diinstal menggunakan xampp pada localhost dan hosting menggunakan cpanel.

Berikut ini langkah-langkahnya:
  1. Buka folder pada localhost dimana Moodle diinstal. misal: xampp/htdocs/moodle
  2. Lakukan kompresi seluruh isi dari folder Moodle ke dalam bentuk .tar. Sebenarnya bisa saja menggunakan .zip, namun pada beberapa kondisi tertentu, file format .zip yang cukup besar, ada kemungkinan sebagian gagal diekstrak (inflating). Anda dapat menggunakan 7zip untuk membuat .tar.
  3. Buka lakukan kompresi folder xampp/moodledata.
  4. Buka login cpanel anda kemudian masuklah menggunakan akun yang anda miliki.
  5. Buatlah sebuah database baru.
  6. Ubah nama (rename) database Moodle yang telah diinstal pada localhost. Sesuaikan dengan nama database yang telah anda buat di hosting.
  7. Backup database Moodle anda di localhost. Anda dapat menggunakan fasilitas export yang terdapat di phpmyadmin.
  8. Buka database anda di hosting. Import-lah hasil export database anda di localhost ke database di hosting.
  9. Upload file .tar Moodle anda ke dalam folder public anda di hosting. Umumnya, jika anda menggunakan nama domain anda, biasanya folder public terletak di /public_html. Namun jika anda menggunakan subdomain, biasanya folder public terletak di /public_html/namasubdomain. Ekstraklah seluruh isi file ke folder tersebut
  10. Upload file kompresi moodledata anda di luar /public_html.
  11. Ekstraklah file moodledata anda ke dalam folder moodledata di hosting anda.
  12. Ubah permission folder moodledata menjadi 777.
  13. Ubah permission seluruh folder Moodle (rekursif) anda yang terdapat di hosting menjadi 755 dan seluruh file-nya (rekursif) menjadi 644. Anda dapat menggunakan pengaturan permission secara rekursif menggunakan software FTP.
  14. Ubah file config.php anda yang terdapat pada folder public Moodle anda. Sesuaikan dengan pengaturan yang baru. Berikut ini beberapa pengaturan yang harus diubah:
    • $CFG->dbname    = 'namaDatabase';
    • $CFG->dbuser    = 'namaUser';
    • $CFG->dbpass    = 'passwordDatabase';
    • $CFG->wwwroot   = 'URL domain/subdomain Moodle';
    • $CFG->dataroot  = 'pathMoodledata';
  15. Apabila seluruh langkah-langkah di atas sukses, silahkan akses Moodle anda melalui browser.
Selamat mencoba...!!!

Tuesday, 12 May 2015

Menambahkan Link Menu di Moodle

Alhamdulillah dapat ilmu baru dari pelatihan. Lagi-lagi tentang moodle. Kali ini tentang menampilkan link menu pada template.

link menu di moodle

Anda dapat menampilkan menu seperti gambar di atas dengan cara sebagai berikut:

  • Login ke moodle sebagai admin
  • Pilih menu Site administration > Appearance > Themes > Theme settings
  • Pada kolom Custom menu items, tambahkan link sebagaimana contoh berikut:
Home|http://sendi.ksi-iptek.com
Registrasi
-Pendaftaran kursus/workshop|http://sendi.ksi-iptek.com/mod/page/view.php?id=6
-Registrasi event|http://sendi.ksi-iptek.com/mod/page/view.php?id=2


  • Selanjutnya simpan dan lihat hasilnya
Semoga bermanfaat!!!

Saturday, 2 May 2015

Mengatur Maksimum Upload pada Assignment di Moodle

Alhamdulillah masih punya semangat untuk ngeblog :)

Kali ini tentang pengaturan maksimum upload file pada assignment di moodle. Ada beberapa pengaturan yang perlu disesuaikan agar pengaturan maksimum upload pada assignment dapat dilakukan, yaitu:
  1. Sesuaikan pengaturan max_post dan max_size pada php.ini.
  2. Sesuaikan pengaturan maksimum upload pada site policies.
  3. Sesuaikan pengaturan maksimum upload pada course.
  4. Sesuaikan pengaturan maksimum upload pada plugin assignment.
Sementara tulisannya singkat dulu ya. Kalau ada yang ingin memberikan komentar, silahkan.

Selamat mencoba !!!

Tuesday, 16 September 2014

Mengatur Maksimum Upload File di Moodle

Langkah-langkah untuk mengatur maksimum ukuran upload file di moodle sebagai berikut:

  1. Buka file php.ini
  2. Cari upload_max_filesize
  3. Ubah nilai maksimum sesuai keinginan. Umumnya, default awal maksimum upload adalah 2MB. Silahkan diubah sesuai keinginan, misalnya upload_max_filesize = 2MB diubah menjadi upload_max_filesize = 8MB
  4. Setelah langkah poin 3 selesai, masih pada php.ini, carilah post_max_size. Agar pengaturan pada poin 3 dapat berjalan dengan baik, pastikan nilai maksimum postnya lebih besar atau sama dengan nilai maksimum upload.
  5. Setelah semua langkah di atas selesai, lakukan restart web server.
Selamat mencoba...!

Monday, 15 September 2014

Menonaktifkan HTTPS di Moodle Melalui Database

Alhamdulillah selesai masalahnya......

Baru aja dibuat pusing waktu setting-setting moodle. Saya coba mengaktifkan fitur https login di moodle. Selanjutnya saya coba logout untuk mencoba pengaturannya. Tapi ternyata, moodle saya malah ga bisa diakses loginnya, mungkin karena setting SSL di servernya belum di-set. Al hasil, saya bingung deh.

Selanjutnya saya coba cari-cari di google. alhamdulillah dapat link ini LOCKED OUT. Alhamdulillah saya coba berhasil. Berikut ini langkah-langkah untuk menonaktifkan fitur https di moodle:
  1. Masuk ke database. Bisa melalui terminal atau phpmyadmin.
  2. Cari tabel 'config'.
  3. Jalankan perintah sql berikut: UPDATE mdl_config SET value='0' WHERE name='loginhttps';
  4. Setelah tahap di atas berhasil dilakukan, selanjutnya hapus semua file yang terdapat pada folder moodledata/cache/cachestore_file/default_application
  5. Langkah terakhir adalah hapus cache pada browser.
  6. Kemudian, silahkan mencoba login
Silakan mencoba...!!!

Wednesday, 23 July 2014

Mengaktifkan OPCACHE pada instalasi Moodle 2.7

Maaf nih ga pakai basa-basi karena lagi ngoprek.

Kali ini tentang mengaktifkan opcache pada saat instalasi moodle versi 2.7.

Silakan masuk ke php.ini pada lampp, kemudian tambahkan kode berikut ini pada baris paling bawah (supaya gampang):

[opcache]
opcache.enable = 1
opcache.memory_consumption = 128
opcache.max_accelerated_files = 4000
opcache.revalidate_freq = 60
 
; Required for Moodle
opcache.use_cwd = 1
opcache.validate_timestamps = 1
opcache.save_comments = 1
opcache.enable_file_override = 0

Kemudian aktifkan kode zend extension yang terdapat di php.ini

Selamat mencoba!!!

Saturday, 21 September 2013

Menambahkan Codec Pada Asterisk

Alhamdulillah... bisa nulis kembali.

Lagi ngoprek-ngoprek elastix, alhamdulillah dapat tutorial menambahkan codec G.723 ke asterisk. Langsung buru-buru ngeblog supaya ga lupa nantinya.

Berikut langkah-langkah untuk menambahkan codec di asterisk:

cd /usr/src
service asterisk restart
wget http://asterisk.hosting.lv/bin/codec_g723-ast14-icc-glibc-pentium4.so
mv codec_g723-ast14-icc-glibc-pentium4.so /usr/lib/asterisk/modules
chmod +x /usr/lib/asterisk/modules/codec_g723-ast14-icc-glibc-pentium4.so
wget http://asterisk.hosting.lv/bin/codec_g729-ast14-icc-glibc-pentium4.so
mv codec_g729-ast14-icc-glibc-pentium4.so /usr/lib/asterisk/modules
chmod +x /usr/lib/asterisk/modules/codec_g729-ast14-icc-glibc-pentium4.so
asterisk -rx "module load codec_g729-ast14-icc-glibc-pentium4.so"
asterisk -rx "module load codec_g723-ast14-icc-glibc-pentium4.so"
service asterisk restart
sleep 2
asterisk -rx "core show codecs"

Silakan dicoba. semoga bermanfaat.

Sumber: forum.elastix.org

Tuesday, 15 January 2013

Beep di Python (Linux)

Alhamdulillah ngoprek lagi. Supaya ingat, harus ditulis di blog.

Kali ini tentang menghasilkan beep menggunakan python di linux. Kode program berikut ini silakan dicoba:

======================================================================

def beep(freq, amp, dur):
    sample = 8000
    half_period = int(sample/freq/2)
    beep = chr(amp)*half_period+chr(0)*half_period
    beep *= int(dur*freq)
    audio = file('/dev/audio', 'wb')
    audio.write(beep)
    audio.close()

beep(440, 63, 1)

======================================================================

Selamat mencoba!

Sumber: bytes.com

Sunday, 13 January 2013

Digraph dengan Python

"Alhamdulillah luar biasa menyenangkan....". Itu ungkapan yang ada dalam diri saya ketika belajar pemrograman python. Kali ini penerapannya pada teori Digraph.

Anda yang pernah mengambil jurusan IPA ketika di SMA, saya rasa pernah mendapatkan teori Digraph (Directed Graph) pada mata pelajaran matematika. Berbeda dengan masa lalu yang mencoba teori digraph dari sudut pandang matematika. Kali ini saya sedang belajar digraph yang bersumber dari kuliah online MITx menggunakan pemrograman python, ternyata sangat asyik :).

Daripada bicara ngalor-ngidul, langsung saja deh. Digraph pada pembahasan ini diterapkan pada sebuah puzzle angka.

Saturday, 24 November 2012

Plotting dengan Pylab (Python)

Alhamdulillah bisa coret-coret lagi.

Menu oprekan hari ini adalah membuat grafik di Python dengan menggunakan Pylab. Lagi-lagi masih menggunakan Ubuntu 10.04. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan instalasi Pylab. Jalankan perintah di bawah ini untuk melakukan instalasi Pylab:

apt-get install python-mathplotlib

Perintah di atas dimaksudkan untuk melakukan instalasi library Pylab yang nantinya akan kita sertakan pada kode program python kita. Selanjutnya berikut contoh program sederhana membuat grafik menggunakan python pada IDLE 2.6.5:

Tuesday, 17 January 2012

Mengubah Python to EXE

Kali ini saya sedang bermain dengan python di windows. Saya penasaran mau mencoba mengubah '.py' menjadi '.exe'. Alhamdulillah berhasil. Berikut ini saya share langkah-langkahnya:
  1. Pastikan pada sistem operasi windows anda telah terinstal python. Kalau belum, silakan bisa download di http://www.python.org/ftp/python/2.7.1/python-2.7.1.msi
  2. Setelah selesai menginstal python pada komputer anda, buatlah sebuah program, kemudian aktifkan command prompt melalui menu Start > All Programs > Accessories > Command Prompt
  3. Masuklah ke direktori di mana Python anda berada. Sebagai contoh

    C:\Python25>

  4. Buatlah sebuah program dengan nama setup.py kemudian tuliskan kode di bawah ini pada program tersebut.

    from distutils.core import setup
    import py2exe

    setup(console=['sample.py'])

    Ubah sample.py pada kode program di atas dengan nama program yang telah anda buat, kemudian save.
  5. Jalankan perintah berikut:

    C:\Python25>python setup.py install

  6. Jalankan perintah berikut:

    C:\Python25>python setup.py py2exe
  7. Sekarang, program anda telah dikonversi menjadi '.exe'. Untuk menjalankannya, masuklah ke dalam direktori 'dist', kemudian jalankan program anda sebagaimana contoh di bawah ini

    C:\Python25>dist>sample.exe

    Hello World

Selamat mencoba !

Sunday, 20 November 2011

UTF-8 dan XMLRPC pada Instalasi Moodle 2.1.1

Kali ini saya ingin berbagi tentang pengaturan setting Unicode UTF-8 dan cara menginstal xmlrpc pada saat instalasi Moodle 2.1.1 di Ubuntu 10.04 menggunakan XAMPP 1.7.7.

Pada saat instalasi, saya mendapatkan beberapa warning seperti terlihat pada gambar di bawah:


Pada gambar di atas terdapat dua buah warning, yaitu Unicode UTF-8 dan Extension XMLRPC. Kita akan selesaikan satu-persatu sebagai berikut:

Untuk mengatasi warning Unicode UTF-8, silakan kunjungi http://localhost/phpmyadmin. Pilih database moodle anda yang telah anda buat pada phpmyadmin, kemudian pilih menu SQL. Selanjutnya, pada kolom SQL ketikkan perintah sebagai berikut:

ALTER DATABASE nama_database_anda DEFAULT CHARACTER SET utf8 COLLATE utf8_unicode_ci;


Selanjutnya, untuk mengatasi warning xmlrpc ikuti langkah berikut:
  1. Install paket php5-xmlrpc dengan mengetikkan perintah apt-get install php5-xmlrpc pada terminal anda
  2. Copy xmlrpc.so dari direktori /usr/lib/php5/20090626+lfs/ ke xampp pada direktori /opt/lampp/lib/php/extensions/no-debug-zts-20090626/
  3. Buka file /opt/lampp/etx/php.ini dan tambahkan kode extension=xmlrpc.so pada section extension.
  4. Restart Apache LAMPP anda.
Setelah semua proses di atas berhasil anda lalui, silakan kunjungi kembali halaman instalasi anda dan lakukan reload.

Selamat mencoba...

Sebagian tulisan ini dikutip dari gibrain.web.id

Wednesday, 9 November 2011

Mengaktifkan Fitur Edit pada Shutter di Ubuntu 10.04

Ahh.. akhirnya mulai menulis lagi. Kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana mengaktifkan fitur edit pada Shutter.


Sedikit memperkenalkan, Shutter adalah sebuah aplikasi screenshot yang berjalan di linux yang memiliki fitur-fitur yang kalau boleh saya bilang mantab. Apabila anda menggunakan Distro Ubuntu, untuk menginstal aplikasi ini langsung saja dengan apt-get dengan menjalankan perintah


sudo apt-get install shutter


Yang ingin saya sampaikan pada artikel kali ini adalah tentang fasilitas edit pada shutter. Sewaktu pertama kali saya menginstal aplikasi ini pada Distro Ubuntu 10.04, fasilitas edit pada shutter tidak berfungsi. Ternyata masalahnya adalah ada paket tambahan yang perlu diinstal yaitu libgoo-canvas-perl. Tambahkan paket ini dengan menjalankan perintah


sudo apt-get install libgoo-canvas-perl

Setelah proses instalasi selesai, insya Allah fasilitas edit pada shutter dapat berfungsi. Selamat mencoba...